Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang
seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius :
nikah, cerai dan ruju’ ” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i).
Karena menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup
tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insyaAllah.
Jika demikian maka kita tidak asal asalan
Kriteria yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau
muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan
sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang
benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan
Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan untuk memilih istri yang baik
agamanya:“Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih
karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya
kamu akan celaka”. [HR. Bukhari- Muslim].
Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran
dari seorang lelaki shalih “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik
agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak
melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka
bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].
Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:
Sebaiknya (walaupun bukan wajib) ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)
Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya
Gadis lebih diutamakan dari pada janda. Walau janda itu juga sangat boleh dan menolong.
Subur : krn akan menjadikan kebanggan nabi dihari qiyamat.
Cantik: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik
wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Thabrani]
Shalatlah Istikharah Agar lebih mantab
Sumber : muslimah.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar