Sabtu, 27 April 2013

Love Rain

Hujan, dan seperti biasanya, aq slalu sendiri saat hujan di sini.
Huuft, kadang jenuh, selalu berharap cepatlah study ini berakhir.
Ntah berapa kali hujan lagi aq merasakan perasaan ini.

Pororo sedang apa yaa di sana?

Bunyi hujan tiba di telingaku,
Jantungku mulai berdebar,
Rindu..
Lirih, halus, lembut,
Degup degup bunyi tawa hujan serta hatiku
Hujan cinta mulai turun

Tetes hujan berhasil memporak porandakan keadaan hati,

Apa ini bahasa yang tak tersampaikan? yang hanya tersalurkan dari gerakan diam-diam, lirikan tersembunyi ataupun jeritan tak bersuara? atau malah kedok senyuman di balik tangisan?

Debaran jantung adalah salah satu bahasa organ yang tak bisa berpura-pura. Bahasa paling jujur di dunia. Oleh karena itu, tak semua orang bisa mendengarnya, bisa mengartikan simbolnya. dan bisa memecahkan semiotika di dalamnya.

Ya tak semua orang mampu mendengar apalagi mengartikannya.
Hanya orang tertentu saja.
Dan itulah BAHASA HATI.

Aku ingin melukismu di antara rintik hujan,
di antara desah lembut angin,
di antara daun-daun kemerahan,
di antara deburan ombak,
di dalam hati yang masih memberi ruang untukmu masuk dan menetap

*I Love You Febry Roza
















Kamis, 25 April 2013

This is it


Untuk para pemuda


Tak perlulah menunggu mapan untuk menikah.

Sederhana


Sering kali terkadang kita lupa berdoa sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Padahal ini sederhana. Ayo kita biasakan lagi... *mengingatkan diri sendiri yang sering alpa..

Nasehat Pernikahan untuk Pemuda

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i).

Karena menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insyaAllah. Jika demikian maka kita tidak asal asalan

Kriteria yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan untuk memilih istri yang baik agamanya:“Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [HR. Bukhari- Muslim].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].

Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:

Sebaiknya (walaupun bukan wajib) ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)
Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya
Gadis lebih diutamakan dari pada janda. Walau janda itu juga sangat boleh dan menolong.
Subur : krn akan menjadikan kebanggan nabi dihari qiyamat.
Cantik: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Thabrani]

Shalatlah Istikharah Agar lebih mantab


Sumber : muslimah.or.id